Ibu Obesitas Beresiko Lahirkan Anak Dengan Masalah Perkembangan dan Emosi


Ibu Obesitas Beresiko Lahirkan Anak Dengan Masalah Perkembangan dan Emosi

Penelitian terkini menunjukkan bahwa anak berusia enam tahun yang ibunya mengalami obesitas atau kegemukan parah sebelum hamil akan mengalami masalah perkembangan atau emosional, daripada anak dari ibu dengan berat badan normal. Dua penemuan sebelumnya menunjukkan hal yang sama demukian menurut Heejo Jo, pemimpin penelitian dari Pusat Pengendalian dan Pencegahaan Penyakit di Atlanta, Georgia. Peneliti bertujuan menemukan hubungan yang sama dengan menggunakan berbagai ukuran berbeda.

Jo mengatakan, dia dan timnya menemukan asosiasi yang cukup besar. “Jauh lebih besar dari yang kita duga,” ungkapnya. Dia dan rekannya mempelajari 1.311 data pasangan ibu dan anak yang dikumpulkan  antara 2005 dan 2012. Termasuk indeks massa tubuh ibu sebelum kehamilan, dan laporan masalah psikososial anak pada usia enam tahun.

Peneliti juga memasukkan diagnosa perkembangan anak-anak dan layanan kebutuhan khusus yang mereka terima. Anak-anak dari ibu sangat gemuk, dengan BMI lebih besar 35, punya risiko dua kali lebih besar mengalami gejala emosional. Misalnya, masalah dengan teman sebaya dan kesulitan psikososial lainnya. Ini dibandingkan dengan ibu yang memiliki BMI sehat, antara 18,5 dan 25.

Mereka juga tiga kali berisiko lebih besar terdiagnosis gangguan spektrum autisme, dan empat kali lebih mungkin memiliki gangguan attention-deficit/ hyperactivity disorder (ADHD), seperti dilaporkan dalam jurnal Pediatrics.

Para peneliti memperhitungkan berat badan pada masa kehamilan, diabetes kehamilan, durasi menyusui, depresi pasca-melahirkan, dan berat badan bayi saat lahir. “Kita tahu obesitas berhubungan dengan masalah kesehatan selama kehamilan dan selama kita hidup,” kata JO. “Saya pikir ini menambah informasi bahwa obesitas tidak hanya memengaruhi kesehatan perempuan tetapi juga kesehatan untuk anaknya di masa depan.”

Jed Friedman dari Universitas Denver Colorado mengatakan, diet selama kehamilan dan menyusui memainkan peran sangat signifikan pada kesehatan anak. Perempuan harus menerima perawatan komprehensif dan membahas semua masalah kesehatan dan medis dengan dokter sebelum hamil, termasuk berat badan. “Penurunan berat badan pra-kehamilan dianjurkan untuk perempuan sangat gemuk,” kata Friedman. Semakin sehat perempuan memasuki masa kehamilan, maka semakin baik, ucapnya.

Badan Pediatrik di Amerika menyarankan, anak-anak yang mengalami keterlambatan perkembangan atau cacat pada usia 8, 18, 24, dan 30 bulan, dan ibu yang mengalami obesitas parah sebelum hamil harus diperiksa sampai tuntas. “Dan jika mereka mengalami masalah apapun, bawa anak segera (untuk diperiksa),” ucap Friedman. 

Sumber: reuter

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s