Merkuri Bukan Penyebab Autisme. Kadar Dalam Penderita Autisme Tidak Tinggi

Penelitian terkini yang dimuat dalam jurnal Environmental Health Perspective mengungkapkan halnyang benar benar berbeda dengan sementara ini yang dianut dan dipercaya banyak orang.   Penelitian ttsebut mengungkapkan bahwa kadar merkuri pada anak autis tidak berbeda dengan anak normal.

image

Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan kadar merkuri yang tinggi pada anak autis, namun studi-studi selanjutnya yang dilakukan menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Kontroversi terbesar dalam misteri autis adalah klaim yang menyebutkan vaksin yang mengandung timerosal, zat pengawet vaksin yang mengandung merkuri, menyebabkan autis. Namun isu thimerosal dalam vaksin ternyabata dalam berbagainpenelitian tidak terbukti sebagai penyebab autism.

Namun, timerosal sudah sejak lama tak dipakai sebagai bahan vaksin. Awal tahun ini para ahli di Amerika Serikat juga menyatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menghubungkan antara vaksin MMR dengan kejadian autisme pada anak. 

Penelitian terkini yang dilakukan para ahli terhadap 452 anak berusia 2-5 tahun yang memiliki spektrum gangguan autisme dan keterbelakangan perkembangan seperti down syndrome serta anak dengan perkembangan normal sebagai pembanding, tidak menunjukkan adanya perbedaan kadar merkuri.

Metode penelitian dilakukan dengan mengambil contoh darah dari anak-anak dan para ibu mereka diwawancarai mengenai kemungkinan paparan merkuri pada anak, misalnya lewat makanan, amalgam penambal gigi, vaksin yang mengandung timerosal, bahkan juga kemungkinan memakai produk kebersihan yang mengandung merkuri.

Pada pengujian pertama menunjukkan anak-anak autis justru memiliki kadar merkuri yang rendah dalam darahnya. Namun hal ini bisa dijelaskan, yakni karena anak-anak tersebut jarang mengonsumsi ikan. Saat hasil penelitian dibandingkan dengan variabel lain, ternyata tak ada perbedaan kadar merkuri antara antara anak autis dengan yang bukan.

“Hubungan antara kadar merkuri dalam darah dan paparannya sesuai dengan perkiraan kami. Paling banyak berasal dari konsumsi ikan. Hanya sedikit anak yang mendapatkannya dari vaksin yang mungkin mengandung thimerosal,” kata Hertz-Picciotto, ketua departemen bahaya lingkungan dan kesehatan dari University of California.

Menanggapi hasil penelitian tersebut, Sallie Bernard, direktur eksekutif SafeMinds (Sensible Action for Ending Mercury-Induced Neurological Disorders), mengatakan bahwa orang bisa salah menyimpulkan penelitian itu. “Yang benar adalah para peneliti itu ingin melihat apakah terdapat paparan merkuri yang tinggi pada anak autis setelah mereka didiagnosis. Berarti ini adalah paparan yang baru dialami anak, bukan apa yang mungkin terjadi pada masa kehamilan dan satu tahun pertama usia bayi,” katanya. 

Merkuri pada awalnya dipakai sebagai bahan pemisah emas dari batuan tambang. Pada zaman modern, air raksa ini masuk ke dalam produk-produk yang digunakan dalam rumah tangga, seperti batu bateri, termometer, dan kosmetik. Berbagai penelitian di antaranya dilakukan oleh Barry Halliwell menunjukkan ada sekitar 30 macam penyakit yang disebabkan oleh merkuri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s