4 Terapi Biomedis Penderita Autis

image


Dr Widodo Judarwanto pediatrcian

Autis adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.
Autis adalah penyakit yang dipengaruhi oleh multifaktorial. Mengingat demikian banyak dan luas teori penyebab autis maka terapi yang bisa diberikan sangat banyak dan bervariasi. Dalam penanganannya mutlak harus dilakukan secara holistik atau menyeluruh dengan melibatkan berbagai terapi sesuai kebutuhan penderita. Banyak peneliti melaporkan hasil penelitiannya dalam terapi autis dengan cara yang berbeda tergantung berdasarkan berbagai teori yang dianut atau pengalaman peneliti. Terapi yang ideal harus sesuai dengan kondisi imunopatobiologis yang sering berbeda satu penderita autis dengan penderita lainnya. Dengan mengidetifikasi penyebab atau penyakit lain yang bisa mempengaruhi secara cermat, maka dapat ditentukan strategi penanganan dan terapi untuk penderita.

image
Secara umum pendekatan terapi autis dikelompokkan berdasarkan kajian ilmiah berbasis bukti, terapi medis murni kedokteran, gabungan terapi medis kedokteran tradisional atau terapi tradisional lainnya. Pembagian tersebut dapat dikelompokkan dalam 3 bagian diantaranya adalah : terapi konvensional, terapi inovatif dan terapi alternatif.

Autis adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. Autis dapat terjadipada semua kelompok masyarakat kaya miskin, di desa dikota, berpendidikan maupun tidak serta pada semua kelompok etnis dan budaya di dunia.

Jumlah anak yang terkena autis semakin meningkat pesat di berbagai belahan dunia. Di Kanada dan Jepang pertambahan ini mencapai 40 persen sejak 1980. Di California sendiri pada tahun 2002 di-simpulkan terdapat 9 kasus autis per-harinya. Di Amerika Serikat disebutkan autis terjadi pada 60.000 – 15.000 anak dibawah 15 tahun. Kepustakaan lain menyebutkan prevalens autis 10-20 kasus dalam 10.000 orang, bahkan ada yang mengatakan 1 diantara 1000 anak. Di Inggris pada awal tahun 2002 bahkan dilaporkan angka kejadian autis meningkat sangat pesat, dicurigai 1 diantara 10 anak menderita autisma. Di Indonesia yang berpenduduk 200 juta, hingga saat ini belunm diketahui berapa persisnya jumlah penderita namun diperkirakanjumlah anak autis dapat mencapai 150 -–200 ribu orang.Perbandingan antara laki dan perempuan adalah 2,6 – 4 : 1, namun anak perempuan yang terkena akan menunjukkan gejala yang lebih berat.

PENYEBAB AUTIS

  • Penyebab autis belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli menyebutkan autis disebabkan karena multifaktorial. Beberapa peneliti mengungkapkan terdapat gangguan biokimia, ahli lain berpendapat bahwa autisme disebabkan oleh gangguan psikiatri/jiwa. Ahli lainnya berpendapat bahwa autisme disebabkan oleh karena kombinasi makanan yang salah atau lingkungan yang terkontaminasi zat-zat beracun yang mengakibatkan kerusakan pada usus besar yang mengakibatkan masalah dalam tingkah laku dan fisik termasuk autis.
  • Beberapa teori yang didasari beberapa penelitian ilmiah telah dikemukakan untuk mencari penyebab dan proses terjadinya autis. Beberapa teori penyebab autis adalah : teori kelebihan Opioid, teori Gulten-Casein (celiac), Genetik (heriditer), kolokistokinin, teori oksitosin Dan Vasopressin, teori metilation, teori Imunitas, teori Autoimun dan Alergi makanan, teori Zat darah penyerang kuman ke Myelin Protein Basis dasar, teori Infeksi karena virus Vaksinasi, teori Sekretin, teori kelainan saluran cerna (Hipermeabilitas Intestinal/Leaky Gut), teori paparan Aspartame, teori kekurangan Vitamin, mineral nutrisi tertentu dan teori orphanin Protein: Orphanin.

MANIFESTASI KLINIS DAN DIAGNOSIS

  • Autis adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang komunikasi, gangguan dalam bermain, bahasa, perilaku, gangguan perasaan dan emosi, interaksi sosial, perasaan sosial dan gangguan dalam perasaan sensoris.
  • Gangguan dalam komunikasi verbal maupun nonverbal meliputi kemampuan berbahasa mengalami keterlambatan atau sama sekali tidak dapat berbicara. Menggunakan kata kata tanpa menghubungkannya dengan arti yang lazim digunakan.Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh dan hanya dapat berkomunikasi dalam waktu singkat. Kata-kata yang tidak dapat dimengerti orang lain (“bahasa planet”). Tidak mengerti atau tidak menggunakan kata-kata dalam konteks yang sesuai. nEkolalia (meniru atau membeo), menirukan kata, kalimat atau lagu tanpa tahu artinya. Bicaranya monoton seperti robot. Bicara tidak digunakan untuk komunikasi dan imik datar
  • Gangguan dalam bidang interaksi sosial meliputi gangguan menolak atau menghindar untuk bertatap muka. Tidak menoleh bila dipanggil, sehingga sering diduga tuli. Merasa tidak senang atau menolak dipeluk. Bila menginginkan sesuatu, menarik tangan tangan orang yang terdekat dan berharap orang tersebut melakukan sesuatu untuknya. Tidak berbagi kesenangan dengan orang lain. Saat bermain bila didekati malah menjauh. Bila menginginkan sesuatu ia menarik tangan orang lain dan mengharapkan tangan tersebut melakukan sesuatu untuknya.
  • Gangguan dalam bermain diantaranya adalah bermain sangat monoton dan aneh misalnya menderetkan sabun menjadi satu deretan yang panjang, memutar bola pada mainan mobil dan mengamati dengan seksama dalam jangka waktu lama. Ada kelekatan dengan benda tertentu seperti kertas, gambar, kartu atau guling, terus dipegang dibawa kemana saja dia pergi. Bila senang satu mainan tidak mau mainan lainnya. Tidak menyukai boneka, tetapi lebih menyukai benda yang kurang menarik seperti botol, gelang karet, baterai atau benda lainnya Tidak spontan / reflek dan tidak dapat berimajinasi dalam bermain. Tidak dapat meniru tindakan temannya dan tidak dapat memulai permainan yang bersifat pura pura. Sering memperhatikan jari-jarinya sendiri, kipas angin yang berputar atau angin yang bergerak. Perilaku yang ritualistik sering terjadi sulit mengubah rutinitas sehari hari, misalnya bila bermain harus melakukan urut-urutan tertentu, bila bepergian harus melalui rute yang sama.
  • Gangguan perilaku dilihat dari gejala sering dianggap sebagai anak yang senang kerapian harus menempatkan barang tertentu pada tempatnya. Anak dapat terlihat hiperaktif misalnya bila masuk dalam rumah yang baru pertama kali ia datang, ia akan membuka semua pintu, berjalan kesana kemari, berlari-lari tak tentu arah. Mengulang suatu gerakan tertentu (menggerakkan tangannya seperti burung terbang). Ia juga sering menyakiti diri sendiri seperti memukul kepala atau membenturkan kepala di dinding. Dapat menjadi sangat hiperaktif atau sangat pasif (pendiam), duduk diam bengong dengan tatap mata kosong. Marah tanpa alasan yang masuk akal. Amat sangat menaruh perhatian pada satu benda, ide, aktifitas ataupun orang. Tidak dapat menunjukkan akal sehatnya. Dapat sangat agresif ke orang lain atau dirinya sendiri. Gangguan kognitif tidur, gangguan makan dan gangguan perilaku lainnya.
  • Gangguan perasaan dan emosi dapat dilihat dari perilaku tertawa-tawa sendiri, menangis atau marah tanpa sebab nyata. Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum), terutama bila tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum)bila keinginannya tidak didapatkannya, bahkan bisa menjadi agresif dan merusak.. Tidak dapat berbagi perasaan (empati) dengan anak lain
    Gangguan dalam persepsi sensoris meliputi perasaan sensitif terhadap cahaya, pendengaran, sentuhan, penciuman dan rasa (lidah) dari mulai ringan sampai berat. Menggigit, menjilat atau mencium mainan atau benda apa saja. Bila mendengar suara keras, menutup telinga. Menangis setiap kali dicuci rambutnya. Meraskan tidak nyaman bila diberi pakaian tertentu. Tidak menyukai rabaan atau pelukan, Bila digendong sering merosot atau melepaskan diri dari pelukan. Tidak menyukai rabaan atau pelukan, Bila digendong sering merosot atau melepaskan diri dari pelukan.
  • Menegakkan diagnosis autis memang tidaklah mudah karena membutuhkan kecermatan, pengalaman dan mungkin perlu waktu yang tidak sebentar untuk pengamatan. Sejauh ini tidak ditemukan tes klinis yang dapat mendiagnosis langsung autis. Diagnosis Autis hanyalah melalui diagnosis klinis bukan dengan pemeriksaan laboratorium. Gangguan Autism didiagnosis berdasarkan DSM-IV. Banyak tanda dan gejala perilaku seperti autis yang disebabkan oleh adanya gangguan selain autis. Pemeriksaan klinis dan penunjang lainnya mungkin diperlukan untuk memastikan kemungkinan adanya penyebab lain tersebut.

PENANGANAN UMUM AUTISM

  • Mengingat demikian luas teori penyebab autis maka penanganan atau terapi yang bisa diberikan sangat banyak dan bervariasi. Banyak peneliti melaporkan hasil penelitiannya dalam terapi autis berbeda tergantung berdasarkan berbagai teori yang dianut atau pengalaman peneliti. Pada umumnya mereka melaporkan hasil yang baik, meskipun berbagai hasil penelitian tersebut perlu dikaji lebih jauh secara ilmiah. Terapi yang ideal harus sesuai dengan kondisi imunopatobiologis yang sering berbeda satu penderita autis dengan penderita lainnya. Dengan mengidetifikasi penyebab atau penyakit lain yang bisa mempengaruhi secara cermat, maka dapat ditentukan strategi penanganan dan terapi untuk penderita.
  • Secara umum pendekatan terapi autis dikelompokkan berdasarkan kajian ilmiah berbasis bukti, terapi medis murni kedokteran, gabungan terapi medis kedokteran dan tradisional atau terapi tradisional lainnya. Pembagian tersebut dapat dikelompokkan dalam 3 bagian diantaranya adalah : terapi konvensional, terapi inovatif dan terapi alternatif.

TERAPI BIOMEDIS

  1. Detoksifikasi Logam BeratLogam berat (heavy metal) adalah logam dengan massa jenis lebih dari 5 g/cm3. Kedalam kelompok ini juga termasuk sekitar 40 jenis unsur-unsur metal. Menurut Kementerian Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (1990) sifat toksisitas logam berat dapat dikelompokan ke dalam 3 kelompok, yaitu :
    • Bersifat toksik tinggi yang terdiri dari atas unsur-unsur merkuri (Hg), kadmium (Cd), Timbal (Pb), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn).
    • Bersifat toksik sedang terdiri dari unsur-unsur Cr, Nikel (Ni), dan kobalt (Co).
    • Bersifat tosik rendah terdiri atas unsur Mangan (Mn) dan Besi (Fe).

    Logam-logam berat tersebut berada di lingkungan sekitar kita baik dalam bentuk padat, cair maupun gas yang bisa terdapat dalam tanah, air dan udara. Logam berat dapat masuk dalam tubuh manusia umumnya melalui makanan baik dari tumbuh-tumbuhan (sayur-sayuran, buah-buahan) yang tumbuh di dalam tanah pertanian yang tercemar banyak logam berat atau pun dari bahan kimia yang digunakan dilahan pertanian. Logam berat juga dapat terakumulasi dalam tubuh manusia karena mengkonsumsi daging ternak atau pun ikan yang tercemar logam berat. Patut juga kita waspada dengan produk-produk perawatan diri seperti krim pemutih yang mungkin mengandung merkuri. Logam Timbal dapat ditemukan pada kabel, cat (sebagai zat pewarna), penyepuhan, pestisida, dan pada bensin. Timbal juga terkandung dalam tinta pada kertas koran. Sedangkan arsen banyak ditemui padastyrofoam yang yang biasa dijadikan pembungkus makanan. Logam berat terakumulasi secara perlahan dalam tubuh yang akan menyebabkan gangguan sel-sel normal dan fungsi organ, mengubah keseimbangan mineral, menekan sistem kekebalan tubuh, merusak otak dan jantung serta ginjal. Merkuri bisa menyebabkan tremor, pengurangan pendengaran, penglihantan dan daya ingat hingga menggangu syaraf pusat. Kasus teluk Minamata di Jepang adalah salah satu contoh yang paling menggemparkan dari keracunan berat terhadap merkuri.

    Karena itu penting untuk mengupayakan agar logam-logam berat tersebut tidak masuk ke dalam tubuh, namun jika ada sebahagian yang terserap dalam tubuh, berbagai zat dalam makanan akan mengikat logam berat tersebut sehingga tidak terserap oleh tubuh, bahakan dapat dibuang keluar tubuh. Asam amino yang mengandung bersulfur dan sulfihidril (L-methionin dan Sistein) merupakan senyawa yang paling efektif dalam detoksifikasi logam berat. Konsumsi banyak sayur-syuran dan buah-buah ternyata juga bermanfaat untuk membuang logam-logam berat yang masuk dari makanan atau minuman karena sayur dan buah tinggi kadar senyawa fitokimia (seperti polifenol dan silimarin) yang dapat mengikat dan mencegah penyerapan senyawa-senyawa logam berat.

  2. Terapi Vitamin Dan Mineral Dalam beberapa penelitian pemberian suplemen vitamin dan mineral yang bermanfaat dalam meningkatkan status gizi dan metabolik anak autis, termasuk perbaikan dalam metilasi, glutathione, stres oksidatif, sulfation, ATP, NADH, dan NADPH. Kelompok suplemen memiliki perbaikan secara signifikan lebih besar daripada kelompok plasebo pada PGIR rata Perubahan. Hal ini menunjukkan bahwa suplemen vitamin / mineral adalah terapi tambahan yang masuk akal untuk mempertimbangkan untuk sebagian besar anak-anak dan orang dewasa dengan autism. Kekurangan vitamin dan mineral yang umum di antara orang-orang dengan autisme, dan dalam banyak kasus, mereka berhubungan dengan terlalu dibatasi kebiasaan makan. Hal ini dapat dipahami sebagai gangguan spektrum autisme (ASD) yang umumnya terkait dengan masalah pencernaan dan masalah sensorik dengan tekstur makanan dan bau. Hal ini juga mungkin bahwa biologi yang mendasari autisme dapat menyebabkan kekurangan dalam pencernaan makanan tertentu, yang dapat mempengaruhi asupan vitamin. Sebagai contoh, sebuah studi baru-baru ini mencatat bahwa beberapa anak dengan autisme dan gangguan pencernaan memiliki gangguan pencernaan karbohidrat.

    Pertumbuhan normal dan kesehatan yang baik tergantung pada tubuh menyerap dan metabolisme vitamin dan mineral yang merupakan bagian dari diet baik-bulat. Selain itu, penelitian telah mengidentifikasi beberapa contoh kekurangan gizi yang mempengaruhi pemikiran dan perilaku – misalnya, kemampuan untuk fokus atau tetap waspada di sekolah. Juga, kekurangan gizi seperti yang melibatkan asam lemak omega 3 dapat memperburuk gejala perilaku seperti mudah marah dan hiperaktif. Dengan demikian, sangat mungkin bahwa mengambil suplemen dapat meningkatkan gejala seperti pada beberapa individu dengan ASD – terutama jika individu memiliki bukti klinis atau laboratorium rendahnya tingkat vitamin penting, mineral atau zat gizi lainnya.

    Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti telah melihat lebih dalam seberapa baik vitamin tertentu, mineral dan suplemen gizi mengurangi keparahan atau intensitas gejala autisme inti – yaitu kesulitan komunikasi, tantangan sosial dan perilaku repetitif. Hasil dari studi klinis telah dicampur. Satu studi besar baru-baru meneliti efek dari suplemen over-the-counter yang disebut Syndion pada 141 anak-anak dan orang dewasa dengan autisme, dibandingkan dengan efek dari pil plasebo. Para peneliti melaporkan bahwa produk secara efektif mengangkat kadar vitamin dan mineral dalam darah. Mereka juga menunjukkan bahwa tidak menghasilkan efek samping yang signifikan selama studi 12-minggu. Studi ini tidak menunjukkan perbaikan yang berarti dalam gejala autisme menurut tiga dari empat alat penilaian yang digunakan. Itu, bagaimanapun, menunjukkan perbaikan sederhana tapi signifikan secara statistik pada ukuran keempat (Parental kuesioner global Tayangan-Revisi) dalam hal hiperaktif, tantrum dan bahasa reseptif. Meskipun keterbatasan penelitian ini, menimbulkan pertanyaan penting apakah vitamin dapat membantu dalam mengatasi gejala inti autisme. Hal ini penting untuk melanjutkan penelitian pendukung yang akan memberikan orang tua dan individu dengan jawaban yang jelas tentang nilai vitamin, mineral dan suplemen gizi lainnya di ASD. Autism Speaks kini mendanai beberapa proyek untuk tujuan ini, termasuk sebuah studi baru menyelidiki kemungkinan peran defisiensi karnitin dalam beberapa individu dengan ASD. (Carnitine adalah nutrisi yang digunakan oleh sel untuk memproses lemak dan menghasilkan energi. Hal ini berlimpah dalam daging merah dan produk susu, tetapi beberapa orang tampaknya memiliki kesulitan menyerap dan / atau metabolisme itu.) Jika Anda khawatir bahwa penderita autis mungkin memiliki kekurangan gizi, suplemen dapat menjadi pilihan yang baik untuk dipertimbangkan. Adalah penting bahwa Anda berkonsultasi dengan dokter Anda tentang merek dan dosis. Suplemen bervariasi dalam kualitas dan potensi, dan beberapa mungkin memiliki tingkat apakan berlebihan vitamin tertentu, mineral atau bahan lainnya.

  3. Terapi Enzimatik
  4. Terapi Jamur

BERBAGAI KONTROVERSI DAN CARA MENSIKAPINYA

  • Melihat demikian banyaknya cara terapi penderita autis, seringkali membuat bingung baik orang tua bahkan kalangan klinisi sendiri. Kontroversi seringkali timbUl karena beberapa peneliti mengklaim bahwa pendekatan terapi yang dilakukan paling efektif dan bermanfaat. Hal ini semakin membingungkan ketika para peneliti mengeluarkan berbagai teori penyebab yang sangat berbeda. Banyak peneliti melaporkan hasil penelitiannya dalam terapi dengan cara yang berbeda tergantung berdasarkan berbagai teori yang dianut atau pengalaman peneliti.
  • Berdasarkan pengalaman klinis berbasis bukti tampaknya terapi konvensional secara ilmiah lebih dapat dipertanggungjawabkan hasilnya dibandingkan terapi inovatif dan tradisional lainnya. Sehingga cara terapi ini banyak digunakan oleh para klinisi dan orang tua. Tetapi hal ini tidak berarti terapi inovatif dan terapi alternatif lainnya secara klinis tidak bermanfaat. Di masa mendatang diperlukan penelitian yang lebih baik dan berstruktur untuk membuktikan bahwa terapi tersebut nantinya dapat dihandalkan.
  • Dalam keadaan seperti ini sebaiknya kita harus bijak dalam mencermatinya. Bila kita tidak cermat maka waktu dan biaya yang harus dikeluarkan untuk pemberian terapi sangat besar. Terapi yang ideal harus sesuai dengan kondisi imunopatobiologis yang sering berbeda satu penderita autis dengan penderita lainnya. Dengan mengidetifikasi penyebab atau penyakit lain yang bisa mempengaruhi secara cermat, maka dapat ditentukan strategi penanganan dan terapi untuk penderita. Selain kecermatan, juga dibutuhkan pengalaman dan kompetensi profesionalitas sesuai bidang ilmu yang dimiliki dalam penanganan kelainan yang menyertai. Harus melibatkan disiplin ilmu minat gastroenterologi anak, alergi anak, neurologi anak, endokrinologi anak dan sebagainya Beberapa contoh kasus misalnya seorang yang tidak mengalami alergi makanan dilakukan pendekatan eliminasi makanan alergi meskipun hal tersebut berdasarkan tes alergi. Contoh lainnya seseorang yang tidak mengalami intoleransi terhadap gluten dan kasein tetapi dilakukan eliminasi terhadap makanan tersebut.
  • Cara termudah yang mungkin bisa diikuti adalah apabila setelah melakukan jenis terapi tertentu penderita mengalami perbaikkan yang bermakna. Sebaiknya kita harus mempercayai fakta tersebut meskipun terapi tersebut masih menjadi kontroversi. Sebaliknya meskipun pendekatan terapi tersebut telah terbukti secara ilmiah baik, tetapi saat diberikan terhadap penderita tidak menunjukkan hasil yang berarti maka jangan dipaksakan untuk meneruskan terapi tersebut. Kemungkinan kelainan yang dialami oleh penderita tidak sesuai dengan strategi terapi yang diberikan. Jangan terlalu terburu-buru dalam menilai keberhasilan atau ketidakberhasilan terapi. Diperlukan konsultasi ulang kepada dokter yang merawat paling banyak dua atau tiga kali pertemuan untuk mengevaluasi hasilnya. Bila dalam dua atau tiga kali pertemuan konsultasi tidak terdapat kemajuan, mungkin harus dicermati terapi yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan penderita.
  • Harus diperhatikan dalam penanganan penderita Autis hendaknya dilakukan secara holistik atau menyeluruh dengan melibatkan beberapa dokter atau klinisi dari beberbagai disiplin ilmu sesuai dengan gangguan yang ada. Semua gangguan organ tubuh atau gangguan perilaku yang ada harus diperbaiki secara bersamaan. Misalnya, penderita Autis dengan gangguan persepsi sensoris dan gangguan saluran cerna. Telah dilakukan perbaikkan gangguan persepsi sensorisnya dengan terapi okupasi sensori integration. Tetapi perbaikan gangguan saluran cernanya,dengan mencermati jenis makanan yang dikonsumsi seperti alergi makanan atau gluten tidak dilakukan atau sebaliknya. Seringkali terjadi bila satu terapi dilakukan ada perbaikkan, orang tua tidak memperhatikan gangguan lainnya. Keadaan ini menjadi rumit, ketika dokter atau terapis sudah merasa yakin bahwa terapi yang diberikan merupakan satu-satunya terapi yang terbaik bagi penderita autis. Hal ini mengakibatkan perbaikan gangguan perilaku pada autis tersebut tidak optimal.

PENUTUP

  • Autis adalah penyakit yang dipengaruhi oleh multifaktorial, sehingga demikian luas teori penyebab autis. Maka tidak heran bila terapi yang bisa diberikan sangat banyak dan bervariasi. Terapi yang ideal harus sesuai dengan kondisi imunopatobiologis yang sering berbeda satu penderita autis dengan penderita lainnya. Dengan mengidetifikasi penyebab atau penyakit lain yang bisa mempengaruhi secara cermat, maka dapat ditentukan strategi penanganan dan terapi untuk penderita. Pendekatan terapi harus dilakukan holistic atau menyeluruh dengan melibatkan berbagai dislin ilmu.
  • Berdasarkan pengalaman klinis berbasis bukti tampaknya bebnerapa terapi konvensional secara ilmiah lebih dapat dipertanggungjawabkan hasilnya dibandingkan terapi inovatif dan tradisional lainnya. Tetapi hal ini tidak berarti terapi inovatif dan terapi alternatif lainnya secara klinis tidak bermanfaat. Di masa mendatang diperlukan penelitian yang lebih baik dan berstruktur untuk membuktikan bahwa terapi tersebut nantinya memang dapat dihandalkan.

DAFTAR PUSTAKA

  • American of Pediatrics, Committee on Children With Disabilities. Technical Report : The Pediatrician’s Role in Diagnosis and Management of Autistic Spectrum Disorder in Children. Pediatrics !107 : 5, May 2001)
  • Anderson S, Romanczyk R: Early intervention for young children with autism: A continuum-based behavioral models. JASH 1999; 24: 162-173.
  • APA: Diagnostic and statistic manual of mental disorders. 4th ed. Washington, DC: American Psychiatric Association; 1994.
  • Bettelheim B: The Empty Fortress: Infantile Autism and the Birth of the Self. New York, NY: Free Press; 1977.
  • Brett EM: Paediatric Neurology. 2nd ed. London: Churchill Livingstone; 1991.
  • British Medical Journal: Childhood autism and related conditions. Br Med J 1980 Sep 20; 281(6243): 761-2
  • Buka SL, Tsuang MT, Lipsitt LP: Pregnancy/delivery complications and psychiatric diagnosis. A prospective study. Arch Gen Psychiatry 1993 Feb; 50(2): 151-6
  • Burd L, Kerbeshian J: Psychogenic and neurodevelopmental factors in autism. J Am Acad Child Adolesc Psychiatry 1988 Mar; 27(2): 252-3[Medline].
  • Burd L, Severud R, Kerbeshian J, Klug MG: Prenatal and perinatal risk factors for autism. J Perinat Med 1999; 27(6): 441-50
  • Adams JB, Audhya T, McDonough-Means S, Rubin RA, Quig D, Geis E, Gehn E, Loresto M, Mitchell J, Atwood S, Barnhouse S, Lee W. .Effect of a vitamin/mineral supplement on children and adults with autism. BMC Pediatr. 2011 Dec 12;11:111. doi: 10.1186/1471-2431-11-111
  • Cohen DJ, Volkmar FR: Handbood of Autism and Pervasive Developmental Disorders. NY: Wiley; 1996.
  • Horvath K, Papadimitriou JC, Rabsztyn A, et al: Gastrointestinal abnormalities in children with autistic disorder. J Pediatr 1999 Nov; 135(5): 559-63[Medline].
  • Hoshino Y, Yashima Y, Tachibana R, et al: Sex chromosome abnormalities in autistic children–long Y chromosome. Fukushima J Med Sci 1979; 26(1-2): 31-42
  • Hutt SJ, Hutt C, Lee D, Dunstead C: A behavioural and electroencephalographic study of autistic children. J Psychiatr Res 1965 Oct; 3(3): 181-97
  • Johnson MH, Siddons F, Frith U, Morton J: Can autism be predicted on the basis of infant screening tests? Dev Med Child Neurol 1992 Apr; 34(4): 316-20
  • Lainhart JE, Piven J: Diagnosis, treatment, and neurobiology of autism in children. Curr Opin Pediatr 1995 Aug; 7(4): 392-400
  • Lamb JA, Moore J, Bailey A: Autism: recent molecular genetic advances. Hum Mol Genet 2000 Apr 12; 9(6): 861-8
  • Lovaas I: The Autistic Child: Language Development through Behavior Modification. NY: Irvington Press; 1977.
  • Lovaas OI, Koegel RL, Schreibman L: Stimulus overselectivity in autism: a review of research. Psychol Bull 1979 Nov; 86(6): 1236-54
  • Martineau J, Barthelemy C, Garreau B, Lelord G: Vitamin B6, magnesium, and combined B6-Mg: therapeutic effects in childhood autism. Biol Psychiatry 1985 May; 20(5): 467-78
  • Poustka F, Lisch S, Ruhl D, et al: The standardized diagnosis of autism, Autism Diagnostic Interview- Revised: interrater reliability of the German form of the interview. Psychopathology 1996; 29(3): 145-53[Medline].
  • Prior MR, Tress B, Hoffman WL, Boldt D: Computed tomographic study of children with classic autism. Arch Neurol 1984 May; 41(5): 482-4[
  • Singer HS: Pediatric movement disorders: new developments. Mov Disord 1998; 13 (Suppl 2): 17.
  • Skjeldal OH, Sponheim E, Ganes T, et al: Childhood autism: the need for physical investigations. Brain Dev 1998 Jun; 20(4): 227-33
  • Stern JS, Robertson MM: Tics associated with autistic and pervasive developmental disorders. Neurol Clin 1997 May; 15(2): 345-55
  • Taylor B, Miller E, Farrington CP, et al: Autism and measles, mumps, and rubella vaccine: no epidemiological evidence for a causal association. Lancet 1999 Jun 12; 353(9169): 2026-9
  • Teitelbaum P, Teitelbaum O, Nye J, et al: Movement analysis in infancy may be useful for early diagnosis of autism. Proc Natl Acad Sci U S A 1998 Nov 10; 95(23): 13982-7
  • Volkmar FR: DSM-IV in progress. Autism and the pervasive developmental disorders. Hosp Community Psychiatry 1991 Jan; 42(1): 33-5
  • Volkmar FR, Cicchetti DV, Dykens E, et al: An evaluation of the Autism Behavior Checklist. J Autism Dev Disord 1988 Mar; 18(1): 81-97
  • Volkmar FR, Cohen DJ: Neurobiologic aspects of autism. N Engl J Med 1988 May 26; 318(21): 1390-2
  • Vostanis P, Smith B, Chung MC, Corbett J: Early detection of childhood autism: a review of screening instruments and rating scales. Child Care Health Dev 1994 May-Jun; 20(3): 165-77
  • Vostanis P, Nicholls J, Harrington R: Maternal expressed emotion in conduct and emotional disorders of childhood. J Child Psychol Psychiatry 1994 Feb; 35(2): 365-76
  • Vrono MS, Bashina VM: [Problem of adaptation of patients with the syndrome of early childhood autism]. Zh Nevropatol Psikhiatr Im S S Korsakova 1987; 87(10): 1511-6.
  • Werner E, Dawson G, Osterling J, Dinno N: Brief report: Recognition of autism spectrum disorder before one year of age: a retrospective study based on home videotapes. J Autism Dev Disord 2000 Apr; 30(2): 157-62
  • Wilkerson DS, Volpe AG, Dean RS, Titus JB. Perinatal complications as predictors of infantile autism. Int J Neurosci 2002 Sep;112(9):1085-98
  • Wolraich M, Bzostek B, Neu RL, Gardner LI: Lack of chromosome aberrations in autism. N Engl J Med 1970 Nov 26; 283(22): 1231
  • Yirmiya N, Sigman M, Freeman BJ: Comparison between diagnostic instruments for identifying high- functioning children with autism. J Autism Dev Disord 1994 Jun; 24(3): 281-91
  • Zeanah CH, Davis S, Silverman M: The question of autism in an atypical infant. Am J Psychother 1988 Jan; 42(1): 135-50
  • Zwaigenbaum L, Szatmari P, Jones MB: Decreased obstetric optimality in autism is a function of genetic liability to the broader autism phenotype. J Dev Behav Pediatr 1999; 20 (5): 398-399

www.klinikautis.com

photo

Provided By: KLINIK AUTIS ONLINE Supported By: GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation. “Children are the world’s most valuable resource and its best hope for the future”. We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 085102466102 – 085100466103 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 29614252 – 08131592-2012 0 0813159202013 email : judarwanto@gmail.com http://growup-clinic.com Facebook http://www.facebook.com/GrowUpClinic Twitter: @growupclinic Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2015, KLINIK AUTIS ONLINE, Information Education Network. All rights reserved

One response to “4 Terapi Biomedis Penderita Autis

  1. assalamualaikum wr wb,(inii email saya ke pada beberapa konsumen saya) yang saya hormati .
    ada 8 hal pengobatan yang di anjurkan rosululllah saw yaitu: 1.minum air ZAM-ZAM
    2.minum habbasauda/jinten hitam
    3.minum minyak zaitun
    4.minum madu
    5.makan KURMA AJWA/ kurma ROSUL
    6.makan KURMA RUHTOB/ Kurma muda
    7.di bacakan atau di dengarkan ayat2 rukyah
    8.di bekam atau di hijamah
    sungguh indah dan menyenangkan serta mulia orang2 yang mengikuti perintah2 Rosulullah saw,beliau mempunyai obat yang lengkap dan tanpa efek samping.
    sebetulnya pengobatan untuk jasmani pasien yg sakit beliau menyuruh agar ummatnya meminum dan memakan makanan yang bergizi yaitu mulai no 1 hingga no 6 setelah itu untuk untuk rohani pasien beliau menyuruh dengarkan ayat2 rukyah dan untuk mengeluarkan penyakit pasien maka dibekam/hijamah.
    keterangan2 yang diperlukan ;

    mengenai air ZAM-ZAM di situ ada hadist rosul”air ZAM-ZAM itu untuk apa diminumnya’ jadi disunnahkan berdoa untuk urusan dunia dan akheratmu ketika di minumnya,
    (minum air zam2 di usahakan yang yang asli yaa karena di pasaran banyak yang ngaku asli2 tapi palsu) kalau saya jual insyaALLAH asli

    mengenai habbassauda/jinten item rosul saw bersabda’habbasauda obat semua penyakit kecuali satu kematian’ di hadist yang lain’ habbassauda obat semua penyakit kecuali penyakit tua/pikun’,(habbassauda yang bagus habbassauda habbasi )

    mengenai minyak zaitun ada dalam alquran surat wa tiin wa zaitun tinggal baca tafsir qurtubhi dan ibnu khatirr atau tafsir assadi
    minyak zaitun yang bagus buat bisa di minum dan disaring dengansaringan tingkat tingggi)

    mengenai madu di alquran itu di jelaskan dari perut lebah itu keluar obat buat manuasia.sedunia terkenal madu terbaik adalah madu yaman ada lima jenis yang terbaik yaitu:
    1.madu wizab sidr saya jual 1 kilo rp 3.000.000 (saat ini ada stock cuma 2kilo)
    2.madu baghiya sidr saya jual 1 jiregen 7 kilo rp 8.000.000 ,kalau 1 kilo rp 2.500.000
    3.madu samra saya jual 1 jiregen 7 kilo rp 3.000.000,kalau 1 kilo rp 500.000
    4.madu bissauri kosong
    5.madu kasmir kosong

    menggenai kurma AJWA atau kurma rosul menurut hadist ‘makan 9 butir atau 7 butir kurma rosul atau kurma madinah tiap hari menanggkal sihir’
    saya jual kurma ajwa sekilo 350.000

    mengenai kurma muda ini kurma khusus buat ibu yg ingin hamil atau juga makanan ibu hamil dan menyusui juga di terangkan dalam alquran daram surat mariyam ketika mariyam hendak melahirkan nabi isa as (saya jual kurma muda atau ruhtob sekilo 325.000)

    mengenai ruqyah syariyyah adalah ayat2 penyembuh dan penenang hati pengobat rasa sakit yaitu;1.alfateha dibaca 7x
    2.al-baqarah 1-5
    3.al-baqarah 255
    4.al-baqarah 285-286
    5.al-baqarah 7
    6.al-baqarah 20
    7.al-kahf 39
    8.yasin 9
    9.yasin 66
    10.al-mulk 1-5
    11.al-baqarah 102-103
    12.al-‘a’raf 117-121
    13.yunus 81-82
    14.tha’ha’ 69-70
    15.yunus 57-58
    16.at-taubah 14
    17.asy-syu’ara’ 80
    18.fushshilat 44
    19.al-ihlas,al-falaq,an-nas 3x
    sebaiknya ayat2 ini dibaca abis sholat subuh dan mau tidur.

    menggenai hijamah atau bekam minimal anak ibu di bekam oleh tukang bekam di daerah ibu cari yang ahli tanyakan dia suruh bekam titik2 yang rosul biasa bekam dan di tambah titik bekam untuk sakit autis. mudah2an tulisan ini bermanfaat buat ibu millah yg saya hormati. disitu ada harga 2 barang yang saya jual yaa kalau ibu berkenan saya jualan dan kita saling ridho jadi sama 2 berkah insyaALLAH. saya muhammad bisa hub 08179908300 bisa wa ini sudah terbukti banyak yang sudah mencobanya dan ber hasil,pengobatan ini pada dasarnya bukan kata perorangan atau penemuan pribadi tapi ini adalah rahasia yang ALLAH SWT dan Rosul SAW berikan ke pada ummat Muhammad saw.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s