Penelitian Terakhir Tetap Tidak Membuktikan Bahwa MMR berkaitan dengan Autis

image

Penelitian Terakhir Tetap Tidak Membuktikan Bahwa MMR berkaitan dengan Autis

Sebuah studi baru memberikan bukti lebih lanjut bahwa vaksin measles-mumps-rubella tidak terkait dengan peningkatan risiko autis.

Kekhawatiran bahwa suntikan MMR bisa menyebabkan autis pertama kali diangkat satu dekade yang lalu oleh dokter Inggris Andrew Wakefield, yang berdasarkan penelitian dari 12 anak-anak, mengusulkan bahwa ada kaitan antara vaksin dengan penyakit usus dan autis.

Penelitian telah dilakukan sejak didiskreditkan secara luas, dan sejumlah studi internasional telah gagal untuk menemukan hubungan antara vaksinasi MMR dan autis.

Studi terbaru ini termasuk anak Polandia usia 2-15 yang telah didiagnosis dengan autis. Peneliti membandingkan setiap anak dengan dua anak-anak yang sehat umur dan jenis kelamin yang sama yang telah dirawat oleh dokter yang sama. Beberapa anak telah menerima vaksin MMR, sementara yang lain tidak diberi vaksin sama sekali atau telah menerima vaksin untuk melawan campak saja. Polandia telah lebih lambat untuk memperkenalkan MMR dibandingkan negara-negara Eropa lainnya, tapi selama sepuluh tahun terakhir, perlahan-lahan vaksin telah digantikan dengan suntikan campak saja.

Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan, anak-anak yang telah menerima vaksin MMR benar-benar memiliki risiko yang lebih rendah terkena autisme daripada yang tidak divaksinasi. Juga tidak ada bukti

Children Autism Clinic Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s